Jangan Benturkan Kami ( Bangsa Indonesia )

Saya sebagai rakyat biasa  mengingatkan agar semua pihak tidak mendikotomikan atau membenturkan Islam dan nasionalis sebagai kelompok yang saling bertentangan dan sulit disatukan,  jika ada pihak yang mendikotomikan, berarti hal itu merupakan upaya adu domba antara anak bangsa.

“Saya ingin garis bawahi dari pandangan Islam bahwa setiap muslim diajarkan oleh agamanya untuk cinta negara, cinta bangsa dan rakyatnya sehingga setiap muslim yang mengamalkan ajaran agamanya pasti dia seorang nasionalis yang cinta bangsa dan rakyat Indonesia,”

kalau tokoh-tokoh Islam, gerakan-gerakan Islam sebagaimana yang saat ini dicapkan sebagai anti Pancasila, anti Bhinneka tunggal ika dan UUD 1945, semua itu adalah fitnah yang harus dilawan bersama-sama.

Saya menghimbau Ormass Islam kini harus sudah sepakat bersama bahwa bukan lagi pada tataran berdebat soal dasar negara, tidak lagi debat soal NKRI dan Bhinneka tunggal Ika, namun, saat ini harus sudah masuk pada tataran bagaimana mengembalikan peninggalan para ‘Founding Fathers’, yakni UUD 1945 yang sudah dikhianati dan diobok-obok oleh pihak asing.

“Jadi, sekali lagi jika UUD 1945 sudah diobok-obok, maka Pancasila dan Bhinneka hanya tinggal tunggu waktu juga akan dirusak,”

Saya berharap kepada seluruh bangsa Indonesia, sebelum terlambat, segera rapatkan barisan, satukan potensi guna pertahankan persatuan negara republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila UUD 1945 yang asli, serta mempertahankan, bebaskan Negeri Indonesia dari segala bentuk penjajahan asing.

“Ini negara milik kita bersama, apapun budaya dan agama anda, yang cinta pada republik ini, mari bergandengan tangan, kita jaga kedaulatan NKRI sebagai tanggung jawab kita semua,” tandasnya.

Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai kapal besar yang menampung semua rakyat. Tidak boleh kapal tersebut dilubangi oleh asing. Jika, dibiarkan, maka kapal akan tenggelam dan menghancurkan semua Anak bangsa.

“Jika cinta Indonesia, maka kedaulatan di Republik ini harus kita tegakkan. untuk itu saya mengajak semua untuk tegakkan kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik, kedaulatan hukum. Bahkan semua aspek kedaulatan Republik Indonesia harus kita tegakkan demi NKRI,”

Selayang Pandang Bhineka Tunggal Ika Untuk Persatuan

Sejak negeri ini merdeka atau selama 71 tahun berlalu dan terus berlanjut hari demi hari, menunjukkan bahwa Indonesia mampu mempertahankan eksistensinya sebagai sebuah negara dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan yang bermakna bahwa meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetaplah suatu kesatuan.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah penggambaran bahwa persatuan dan kesatuan bangsa yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa, daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan menjadi satu kesatuan yang utuh di Republik Indonesia.

Kesatuan dan persatuan yang telah menaun terbentuk, ialah bukti bahwa perbedaan dapat disatukan dan hidup berdampingan di dalam kehidupan bermasyarakat, bebangsa dan bernegara. Nilai-nilai kesatuan bahkan telah ditunjukkan jauh sebelum diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia. Komitmen menjadi satu kesatuan tercatat dalam sejarah, yaitu Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober 1928 yang kini telah menghasilkan buah manis yang kita nikmati, yakni pembebasan atas penjajahan dan perbudakan.

× Order Via Whatsapp