Fikroh/pemikiran yang dilandasi kebencian, ia tak akan pernah meraih kemenangan. Ia akan menghancurkan dirinya sendiri, sebelum meluluhkan fikroh-fikroh yang lain.

Fikroh yang dilandasi kebencian, pada akhirnya akan mengecil dan terus mengecil, sebelum akhirnya musnah. Sebab fikroh kebencian digerakkan oleh ambisi menebar konflik dan agitasi.

Fikroh yang dilandasi kebencian, tidak akan pernah mampu tumbuh berkembang. Karena ia bersifat kaku, jumud dan tertutup menerima kebaikan dari orang-orang/kelompok yang dibencinya.

Sejarah membuktikan, fikroh yang dilandasi nilai kasih sayang akan mengikat hati manusia meriah cinta Alloh. Itulah fikroh yang menjadi risalah Nabi Muhammad SAW “Sang Penyempurna Akhlak”.

Di sini rahasia, mengapa dakwah Rosul melegenda dan tak usang sepanjang masa. Sebab Rosul sibuk menebar jala-jala kasih sayang bukan jebakan-jebakan kebencian.

Bagi kita yang awam tentang dakwah dan penyebaran fikroh, ada baiknya ketika ingin menilai sebuah fikroh atau model dakwah sesuai dengan manhaj Rasul atau tidak, maka bisa mengukurnya dengan: apakah statemen dan aksi di lapangan dipenuhi kasih sayang atau kebencian. Jika kasih sayang yang dikedepankan, maka dakwah atau fikroh apapun, insya Allah akan berhasil mempengaruhi jiwa.

Namun jika  fikroh dan aksi di lapangan dipenuhi kebencian, sebesar apapun jargon yang dipropagandakan akan nol besar dan membuat jiwa-jiwa menghindar.